Lagi-Lagi Jualan Kebahagiaan

2 min read

kebahagiaan

Kebahagiaan?

Oke, mendengar topik kebahagiaan mungkin kamu sama muaknya denganku. Banyak sekali diluaran sana yang membicarakan tentang kebahagiaan. Tidak tanggung-tanggung, beberapa membahas cara mendapatkannya bahkan ada trainingnya.

Sudah banyak buku, video, podcast, artikel yang membicarakan kebahagiaan. Ratusan teori yang dikemukakan mengenai hal ini. Menjamurnya berbagai workshop dan seminar yang mengajarkan kebahagiaan membuat saya ingin bicara.

Kenapa Anda perlu membaca tulisan “Kebagahiaan” ini?

Pertama, saya hanya ingin berbagi pandangan saya mengenai kebahagiaan. Saya mohon maaf, karena tulisan ini adalah bentuk keegoisan saya. Saya berbagi sesuatu hal yang Anda rasa mungkin tidak Anda butuhkan.

Kedua, sebenarnya kebahagiaan itu amat mudah dipelajari (teorinya bukan prakteknya). Kalau kamu mau sedikit berpikir ekstra, maka kamu bisa memeras beragam teori tentang kebahagiaan menjadi beberapa kalimat yang mudah untuk dipahami, tapi lumayan sulit untuk dipraktekkan. Nah entah kenapa saya sangat yakin Anda tidak punya banyak waktu dan terlalu malas untuk melakukannya.

Saya akan sedikit berbaik hati kepada kamu semua, karena saya melalui tulisan ini akan memberikan kamu saripati dari kebahagiaan. Semua hal ini saya dapatkan dari beragam workshop, seminar, buku dan apapun itu yang saya ikuti. Para penulis dan trainernya mengklaim bahwa apa yg mereka berikan berbasis science (psikologi, filsafat, neuroscience), bahkan ada juga yang berbau takhayul / mistis.

Mari kita mulai.

Manusia itu adalah makhluk kehendak. Artinya manusia itu beranjak dari satu keinginan ke keinginan yang lainnya. Masalahnya adalah seringkali keinginan itu tidak selalu dapat terwujud / didapatkan. Jika keinginan tersebut bisa diraih, tentu saja bagus bagus, artinya tidak ada masalah. Kalau tidak, maka kita akan merasakan emosi yang tidak nyaman seperti sedih, kecewa, marah.

kebahagiaan

Selama manusia masih memiliki kehendak, maka manusia tidak akan lepas dari rasa sakit secara emosional. Hal ini dapat dapat berarti bahwa manusia itu pada dasarnya adalah makhluk yang sering sekali menderita.

Jika manusia pada dasarnya adalah makhluk yang menderita akibat dari keinginannya, maka untuk menjadi bahagia tentunya adalah denga melenyapkan semua perasaan/emosi yang tidak mengenakkan itu, dengan itu kita akan bahagia.

Kebahagiaan adalah lenyapnya perasaan yang tidak mengenakkan seperti rasa cemas, stress, marah, sedih, kecewa, galau, frustasi, dll. 

Kata LENYAP yang saya tulis di atas pada dasarnya tidak tepat, karena emosi tidak bisa kita lenyapkan. Mereka hadir dengan tujuannya masing-masing. Apabila seorang manusia benar-benar bisa melenyapkan emosi tersebut, saya tidak tahu apakah masih bisa disebut manusia atau bukan. Mari kita bahas ini di tulisan lainnya.

Untuk saat ini, untuk mempermudah maka saya pakai kata lenyap.

Tahukah Anda, sebenarnya kebahagiaan bukan tentang mendapatkan apa yang kita inginkan. Ini adalah hal yang berbeda sama sekali. Kita terjebak dalam cara berpikir bahwa jika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, maka kita akan bahagia. Memang ada benarnya, tapi sesungguhnya bukan itu.

Bahayanya jika kita mengejar kebahagiaan semacam itu, kita akan terjebak di dunia materialistik dimana kita menganggap bahwa kebahagiaan adalah dengan mengejar kesenangan atau menjadi hedon.

Jika lapar makan. Pengen baju baru, beli. Pengen punya hp baru, beli. Mereka merasa bahwa dengan memenuhi keinginannya maka dia akan bahagia. Masalahnya adalah kebahagiaan yang diraih dengan cara seperti ini tidak akan bisa bertahan lama. Mereka akan selalu merasa kurang hingga selalu meningkatkan gaya hedonnya.

Mungkin awalnya hp dengan harga 2 jt sudah dirasa cukup, tapi besoknya lagi dia merasa bahwa mungkin dengan mempunyai hp seharga 5 jt akan membuatnya bahagia. Saat telah diraih, ya dia bahagia. Sampai saatnya dia melihat orang dengan hp yang lebih mahal, lebih baru, dan lebih canggih dari hpnya. Jalan untuk mencapai kebahagiaannya selalu naik dan mungkin saja sebenarnya menyengsarakannya.

Saya ulangi lagi, Kebahagiaan adalah lenyapnya perasaan yang tidak mengenakkan seperti rasa cemas, stress, marah, sedih, kecewa, galau, frustasi, dll. Jadi bagiku, kebahagiaan tidak harus aku bisa mencapai apapun yang aku inginkan dan aku harapkan. Tapi bahwa aku tidak sedang merasa tidak enak secara emosi, maka aku sudah bahagia. Itu cukup buatku. Secara teori memang mudah, tapi prakteknya? Namanya juga hidup.

Dasar Kebahagiaan….hahaha

One Reply to “Lagi-Lagi Jualan Kebahagiaan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *